Mungkin,ini pertama kali bagi bama menginjakkan kedua kakinya di Benua Eropa. Pagi itu,bama melaksanakan kegiatannya seperti biasa,di Desa Salatiga, Bama,entah mengapa ingin sekali berbicara dengan bahasa inggris. Hampir dimanapun bama berada,kalimat-kalimat yang mungkin asing bagi orang Matahari terus berlari kian jauh keatas dan berhenti tepat di tengah-tengah pusat bumi. Bama tak menghiraukan itu. Kemudian,bama pergi latihan ke Stadion Internasional,Stadion Gelora Bung Karno,sebagai persiapan menghadapi pertandingan akhir tahun nanti. Latihan berlangsung hamper setengah hari dibawah komando coach Benny Dollo. Tiba-tiba pandangan pemain tertuju pada 2 orang asing yang mereka pun tak kenal. Kemudian,2 orang asing itu menemui Benny Dollo dan berbincang-bincang lama. Setelah itu,Benny Dollo memanggil sebuah nama. Ternyata,bama nama itu adalah bama. Bama mendapatkan tiket emas untuk pergi ke benua tersohor seantero dunia itu,benua eropa,untuk latihan disana selama 2 pekan. Bama pun terkejut mendengar semua itu. Karena semua itu,merupakan mimpinya selama ini. Bama pun seperti orang-orang lain lain yang sangat senang mendapatkan kesempatan langka itu. Matanya pun seolah tak mau terpejam,ingin membayangkan betapa asyiknya disana,dengan melapaskan sejenak jadwal yang begitu padat. Akhirnya mata sang bama tak sanggup lagi untuk bertahan,dan bama pun tidur nyenyak kealam mimpi. Sang surya telah beranjak dari tempat tidurnya,dan siap memberikan cahaya kehidupan bagi dunia. Perasaan bama kala itu secerah sinar sang mentari. Dia tak sabar ingin cepat-cepat berlatih di benua eropa itu agar kelak dia bisa menjadi pemain pengharum dan kebanggaan bagi bangsa. Tak lama kemudian,terlihat sosok 2 lelaki datang kerumah bama. seketika bama pun terkejut. Rumah yang selama ini tak pernah didatangi oleh tamu,tapi 2 lelaki itu betamu kerumah bama. 2 lelaki itu mengeluarakan kata-kata yang agak asing bagi dirinya. Tapi…..untung bama masih ingat bahasa asing itu pernah diajarkan waktu dia SMA. Ucapan itu ditanggapi bama dengan bahasa yang sama meski agak belepotan. Ditengah-tengah perbincangan yang hangat,tiba-tiba bama menjerit dengan kerasnya seolah-olah dia naik tornado. Ternyata,jeritan bama yang menakutkan itu berubah menjadi kebahagiaan. Seketika bama memeluk tubuh kedua lelaki itu dengan kencang. Setelah pemberitahuan itu,2 lelaki itu meninggalakn bama beserta rumahnya,dan menunggu bama di Bandara Internasional,Bandara Soekarno-Hatta. Dengan girang bama menuju tempat yang banyak air & mandi. Kemudian suara bama keluar dengan keras karena ingin mengumpulkan keluarganya diruangan tengah. Dan satu per satu keluarganya berkumpul. Kalimat demi kalimat muncul dari mulut kecil bama. Bama pun kelihatan berbelit-belit saat meminta izin pada keluarganya. Keluarganya pun tak tahu apa yang ingin dibicarakan oleh bama dan mereka lama-kelamaan meninggalkan bama. Seketika mulut bama mengeluarkan sebuah kalimat “ Aku akan pergi ke Eropa untuk berlatih disana “. Keluarga bama pun tersentak mendengar perkataan bama tersebut. Kepala bama merunduk ke daratan,seolah agar kelurganya memberi 1 tiket yaitu ucapan izin. 1…2…3… perkataan izin itu tak kunjung keluar dari mulut keluarganya terutama ibunya. Capek menunggu,bama melangkahkan kakinya meninggalkan keluarganya. Hanya beberapa langkah, 3 kalimat emas itu,yang ditunggu-tunggu oleh bama akhirnya keluar dari mulut keluarga bama. Seketika raut muka bama berubah menjadi gembira. Sang surya siap meninggalkan bama dan kembali ke asal. Dingin segera menyergap kulit bama yang sedang membayangkan benua impian itu. Lama membayangkan semua itu,Bama pun melangkahkan kakinya menuju tempat peristirahatannya. Suara adzan subuh berkumandang dengan syahdu. Kedua kelopak bama terbuka dan siap menyambut datangnya hari ini. Kaki bama melangkahkan kakinya menuju sebuah masjid Agung dan bersujud pada sang kuasa. Jam demi jam telah berlalu. Kini bama pun siap menatap peradaban. Keluarganya telah menunggu seperti biasa. Akhirnya,bama minta izin untuk pergi dan mohon doa agar berhasil. Langkah bama terasa berat meninggalkan keluarganya tercinta dan Tanah Air tercinta ini. Tapi semua itu harus ia jalani demi kebanggaan untuk bangsa. Salah satu pesawat telah menunggu bama dan siap mengantarkan perjuangan seorang bama. Langkah demi langkah tertuju pada kendaraan yan mirip dengan burung. Tangannya melambai-lambai pada keluarganya dan serombongan orang di bawah. Pintu itu pun akhirnya tertutup dengan pelan. Langit cerah menunggu kedatangan bama. Burung-burung berterbangan mengelilingi pesawat. Tatapan bama terpaut pada kemolekan sang pertiwi. 2 jam tak terasa telah berlalu. Pesawat itu pun mendarat dengan selamat. Sepoi-sepoi angin menghantam tubuh bama yang berdiri yang berdiri pada salah satu anak tangga pesawat. Dengan dalamnya bama menghirup udara. Memang beda,udara di negeri sendiri dengan negeri orang lain. Waktu pun terus berganti. Hari demi hari telah bama jalani dengan banyak pelajaran. Puluhan tetes peluh di dahinya,tak dihiraukan. Terus …dan terus berlatih agar menjadi pilar bangsa yang kokoh berdiri di tengah badai yang menghantam. Sampai tiba akhirnaya. 2 pekan berlalu dengan cepatnya.saatnya bagi bama untuk kambali ke Negeri yang dirindunya. “ sebagus-bagusnya negeri orang …,masih jauh labih bagus Negeri sendiri “. I Love You Thank you very much. CERPEN II
PERJALANAN JAUH KE BENUA BIRU
Diposting oleh
@Byun Rin Ah
Senin, 21 November 2011

0 komentar:
Posting Komentar