London, 27 Juli – 12 Agustus 2012 Perhelatan akbar pesta olahraga terbesar se-antero jagad raya akhirnya dimulai. Bertempat di salah satu ibukota Negara adikdaya, yaitu di London inggris, Olimpiade London 2012 akhirnya resmi dibuka pada tanggal 27 juli atau tanggal 28 juli waktu Indonesia, bertempat di salah satu stadion ternama di kota london. Seperti pesta pembukaan olimpiade edisi sebelumnya, pembukaan olimpiade London kali ini diawali dengan pesta kembang api yang berwarna-warni menghiasi langit malam kota London. Kemudian dilanjutkan dengan acara inti pembukaan olompiade. Inggris merupakan Negara pertama yang mampu menyelenggarakan event olimpiade sebanyak 3 kali. Dan pada olimpiade 2012 kali ini, inggris berusaha untuk mengangkat sejarah inggris dari awal terbentuk sampai dengan tahun 2012, dengan memadukan antara nuansa tradisional dan nuansa modern yang dimiliki inggris. Satu hal yang menarik perhatian saya pada pesta pembukaan olimpiade London adalah masuknya olahraga bulutangkis sebagai salah satu olahraga sejarah di Negara inggris. Namun jika dilihat kebelakang memang benar jika olahraga bulutangkis adalah olahraga asli inggris dan masuk menjadi salah satu dari sejarah inggris. Lihat saja, tournament tertua di bulutangkis berasal dari inggris, yaitu turnamen All England. Pada pesta pembukaan olimpiade London 2012, tak hanya semarak oleh kembang api yang bermacam-macam, namun juga semarak oleh kehadiran tamu-tamu undangan, diantaranya yaitu ratu inggris, ratu Elizabeth. Kemudian masyarakat dunia terkejut dengan hadirnya comedian kenamaan asal inggris, yaitu Mr.Bean. siapa yang tak kenal dengan sosok itu. Mungkin hamper semua tahu akan lawakannya. Tak hanya mereka berdua, namun masih banyak lagi artis-artis papan atas dunia, baik yang berasal dari inggris atau yang berasal dari luar inggris yang turut serta meramaikan pesta pembukaan olimpiade London 2012. Setelah puas dengan hiburan yang disajikan oleh pihak panitia olimpiade London, kini saatnya bagi Negara-negara peserta untuk unjuk kemampuan dalam menghibur jutaan pasang mata masyarakat dunia dalam parade defile. Negara yang mengawali pembukaan parade defile adalah yunani. Mengapa yunani? Karena yunani adalah Negara pertama yang menyelenggarakan olimpiade sekaligus tempat lahirnya olimpiade. Setelah itu urutannya sesuai abjad. Dan Negara yang menjadi penutup parade defile adalah tuan rumah inggris raya. Negara-negara peserta tak menyia-nyiakan kesempatan untuk mempromosikan Negara mereka masing-masing dalam parade defile. Negar-negara peserta mengenakan pakaian, dan peralatan yang menunjukkan cirri khas dari Negara mereka masing-masing. Tak terkecuali dengan Indonesia. Kontingen Indonesia dalam parade defile mengenakan kostum kebesaran berwarna merah, dengan dipadukan dengan memakai batik dan peci. Mereka dengan penuh semangat dan keyakinan melangkahkan kaki mereka menuju pesta olimpiade London 2012. Dalam parade defile, biasanya yang menjadi pusat perhatian adalah orang yang membawa bendera. Orang yang diberi tugas sebagai pembawa bendera, biasanya adalah orang/atlet yang memiliki prestasi yang bagus. Indonesia dalam hal ini mempercayakan kepada I Gede Siman Sidartawa. Salah seorang atlet renang asal bali yang masih berumur 17 tahun. Namun dia sudah berhasil menyabet 4 medali emas sekaligus dalam ajang SEA GAMES 2011 lalu. Dengan penuh semangat dia membawa bendera kebanggan bangsa Indonesia itu. Dalam parade defile ini, semua atlet Indonesia ikut, kecuali tim bulutangkis Indonesia. Karena keesokan harinya, mereka sudah harus berjibaku di lapangan pertandingan. Setelah hampir 4 jam, akhirnya pesta pembukaan olimpiade London 2012 selesai dilaksankan dengan sukses. Dan kini saatnya kita menyaksikan perjuangan atlet-atlet dari seluruh Negara peserta terutama atlet-atlet Indonesia dalam ajang oloimpiade London 2012. Di hari pertama, masih belum banyak atlet Indonesia yang turun. Mungkin hanya dari cabang bulutangkis saja. Namun, dari cabang inilah Indonesia menaruh harapan tinggi akan terjaganya tradisi emas Indonesia. Dengan maksud tidak menganggap remeh atau melemahkan cabang olahraga lain, namun memang inilah kenyataannya. Kenyataan bahwa bulutangkis boleh dibilang olahraga andalan Indonesia di kancah internasional. Terbukti dengan adanya tradisi emas yang dimiliki oleh Indonesia, semua berasal dari cabang bulutangkis, sejak tahun 1992 – 2008. Selain itu, ada cabang angkat besi yang menjadi andalan Indonesia dalam meraih medali. Di olimpiade 4 tahun lalu, angkat besi Indonesia berhasil memboyong 2 medali perunggu melalui lifter triyatno dan eko yuli irawan. Di cabang bulutangkis sendiri, Indonesia kali ini menurunkan 9 atletnya yang sudah terkualifikasi. Jumlah ini lebih sedikit dibanding wakil pada olimpiade Beijing 2008 lalu. Dan ada yang mengatakan bahwa jumlah ini adalah jumlah paling sedikit dalam kontingen bulutangkis Indonesia selama mengikuti olimpiade. Hal ini sedikit dimaklumi, karena akhir-akhir ini prestasi bulutangkis Indonesia sedang mengalami masa-masa paceklik. Dari ke 9 pebulutangkis itu diantaranya adalah simon santoso, taufik hidayat (tunggal putra); adriyanti firdasari (tunggal putri); Muhammad ahsan/bona septano(ganda putra); greysia polii/meiliana jauhari (ganda putri); dan tontowi ahmad/liliyana natsir(ganda campuran). Mereka semua diharapkan mampu meneruskan tradisi emas bulutangkis sekaligus tradisi emas Indonesia yang dimulai sejak olimpiade Barcelona tahun 1992. Dari ke 9 wakil itu, banyak yang menilai jika pasangan ganda campuran, tontowi ahmad/liliyana natsir lah yang paling berpeluang menyabet medali emas nomor ganda campuran. Itu semua terjadi karena mereka memiliki ranking paling bagus dari semua pemain bulutangkis yang dikirim ke London. Selain itu, gelar prestis, All England yang berhasil mereka raih bulan maret lalu, semakin menguatkan keyakinan masyarakat bulutangkis, kalau ToLyn (Tontowi_Liliyana) mampu meneruskan tradisi emas Indonesia pada olimpiade London kali ini. Namun, pasangan Indonesia ini harus melalui berbagai rintangan sebelum benar-benar memenuhi harapan jutaan rakyat Indonesia. Bulutangkis di olimpiade London 2012 kali ini, tampil dalam format yang berbeda. Kalau di olimpiade sebelumnya, para pemain harus langsung masuk ke babak knock out dari R1 sampai terakhir, namun kali ini, para pemain di bagi ke dalam grup-grup, setelah lolos dari babak penyisihan di grup, baru mereka masuk ke fase knock out. Hal ini dilakukan oleh BWF karena untuk menarik perhatian penonton, karena jumlah pertandingan yang lebih banyak. Selain itu, tujuan utamanya adalah untuk memberi pengalaman dan jam terbang pada pemain-pemain baru dan mereka bisa mengasah kemampuan dengan tampil melawan pemain – pemain kelas dunia. Babak-babak awal di penyisihan grup berhasil dilalui dengan sukses oleh para pemain Indonesia. Pertandingan pertama dari pemain Indonesia di buka oleh penampilan nomor ganda campuran, yaitu pasangan tontowi ahmad/liliyana natsir melawan pasangan india. Dan mereka sukses mengalahkan pasangan india. Babak penyisihan sendiri dilakasanakan dalam waktu 4 hari, untuk semua nomor. Kemudian baru tanggal 1 agustus olimpiade cabang bulutangkis memasuki babak knock out. Yang artinya pemain yang kalah pada babak tersebut, harus langsung gugur dalam pertandingan dan tak dapat main lagi. Namun, di penghujung penyisihan grup ada suatu kejadian yang tak disangka-sangka. Benar-benar kejadian yang boleh dibilang mencoreng nama besar bulutangkis di even sebesar olimpiade. Insiden tersebut adalah di diskualifikasinya 4 pasang pemain ganda putri. Diantaranya yaitu ha jung eun/kim min jung(*3), kyung eun jung/kim ha na, wang xiaoli/yu yang (*1), dan greysia polii/meiliana jauhari. 4 pasang ganda putrid tersebut didiskualifikasi karena dianggap telah melanggar semangat sportivitas dalam olahraga dengan cara menghindari lawan di babak selanjutnya. Banyak yang bilang, kalau awal dari permasalahan ini adalah berasal dari china. Dimana di pertandingan sebelum 4 ganda putrid ini main, ada pertandingan g`nda putrid yang mempertemukan antara pasangan china unggulan 2. Tian qing/zhao yun lei melawan pasangan Denmark unggulan 8, kamilla/Christina. Dan hasil mengejutkan terjadi. Dimana pasangan Denmark mampu menundukkan pasangan china dengan straight set dalam penentuan juara dan runner up grup. Hasil ini tak memuaskan wajah li yong bo, pelatih kepala china. Karena besar kemungkinan 2 ganda china bakalan ketemu di babak semifinal. Sedangkan harapan li yong bo adalah menciptakan all china final di nomor ganda putrid. Mau tidak mau li yong bo harus memutar otak. Dan caranya adalah, membuat wang xiaoli/yu yang mengalah pada asangan korea, kyung eun jung/kim ha na, yang jelas-jelas secara ranking maupun teknik, pasangan china jauh lebih unggul. Namun karena harus menuruti ambisi dari si pelatih kepala, maka pasangan china pun mengalah, langsung dengan 2 set. Di sepanjang pertandingan antara wang/yu dan kyung/kim, terlihat jelas penampilan ke dua ganda putrid ini sangat tidak menggairahkan, dan terkesan mengalah pada lawan dan tak ada perjuangan untuk menang sama sekali. Hal ini membuat, hakim kehormatan member peringatan pada kedua ganda putrid ini. Namun, peringatan tersebut tak digubris sama sekali oleh keduanya. Dan akhirnya, hakim kehormatan mengeluarkan kartu hitam dari sakunya. Kartu hitam memang sedikit asing bagi penglihatan dan pendengaran kita. Kita masih sering melihat kartu kuning ataupun kartu merah, namun kali ini adalah kartu hitam. Diberinya kartu hitam pada suatu pemain bulutangkis berarti pemain tersebut di DISKUALIFKASI dari pertandingan. Hal yang sama terjadi pada pertandingan di grup C yang mempertemukan pasangan Indonesia dan korea untuk menentukan juara dan runner up grup. Pertandingan yang berlangsung di wembley arena pukul 9 malam waktu London atau pukul 3 dini hari waktu Indonesia, berlangsung kurang menarik dan terkesan tak mau menang. Hal tersebut membuat hakim kehormatan malekukan hal yang sama seperti yang dilakukannya pada pertandingan sebelumnya antara pasangan korea dan pasangan china, yaitu mengeluarkaan kartu hitam. Sontak hal tersebut membuat kedua pasangan dan kedua pelatih melakukan protes pada hakim kehormatan. Mereka saling membela diri sendiri. Dan setelah melakukan beberapa diskusi oleh kedua pelatih dan pemain dengan hakim kehormatan, maka pertandingan pun di izinkan untuk dilanjutkan kembali setelah beberapa menit tertunda. Dan akhirnya pertandingan antara ha jung eun/kim min jung (KOR) melawan greysia polii/meiliana jauhari(INA) dimenangkan oleh pasangan korea dengan 3 set. Dengan hasil ini maka pasangan ha/kim menjadi juara grup C dan di babak selanjutnya akan menantang wang xiaoli/yu yang yang berstatus sebagai runner up grup A, sedangkan pasangan Indonesia, greysia/meiliana yang menjadi runner up grup C akan menghadapi pasangan korea lainnya yaitu jung/kim yang berstatus sebagai juara grup A. Dan akhirnya pertandingan antara ha jung eun/kim min jung (KOR) melawan greysia polii/meiliana jauhari(INA) dimenangkan oleh pasangan korea dengan 3 set. Dengan hasil ini maka pasangan ha/kim menjadi juara grup C dan di babak selanjutnya akan menantang wang xiaoli/yu yang yang berstatus sebagai runner up grup A, sedangkan pasangan Indonesia, greysia/meiliana yang menjadi runner up grup C akan menghadapi pasangan korea lainnya yaitu jung/kim yang berstatus sebagai juara grup A. Hasil ini mungkin tidak begitu memuaskan bagi ke 4 pasang ganda putrid ini, karena diwarnai dengan pemberian kartu hitam. Namun, jika dipikir-pikir ke 4 pasang ganda putrid ini sedang mengalami dilemma. Dilemma karena harus memilih antara perintah pelatih atau melaksanakan sportifitas. Karena semuanya ini juga demi kepentingan Negara. Namun, ternyata mereka lebih memilih untuk mematuhi instruksi pelatih. Sebenarnya, setelah pertandingan usai, masih belum ada keputusan dari hakim kehormatan untuk mendiskualifikasi 4 pasang ganda putrid atau tidak. Namun harapan itu sirna ketika keesokan harinya, hakim kehormatan memutuskan untuk mendiskualifikasi ke 4 pasang ganda putrid dari ke 4 negara tersebut. Sontak, hal tersebut membuat semua pihak menyayangkan kejadian tersebut, termasuk juga BWF. Hal yang tak seharusnya dilakukan oleh pemain papan atas dunia di ajang sebesar olimpiade. Namun, nasi sudah menjadi bubur. Semuanya sudah terlambat untuk mengubahnya seperti semula. Tim Indonesia dan korea sebenarnya mengajukan banding kepada badan tertinggi olimpiade (IOC) untuk menghentikan keputusan tersebut. Namun, ke dua Negara tersebut akhirnya mencabut pengajuan banding tersebut karena memang ini adalah murni pelanggaran kode etik dal sportifitas olahraga. Ke 4 negara sudah tak bisa berbuat apa-apa melihat anak didiknya harus terhenti secara tragis dan bahkan tak terhormat di pesta 4 tahunan ini. Untuk Negara yang terlibat dalam kejadian ini, seperti china misalnya mereka mungkin tak terlalu risau karena di nomer WD ini masih ada 1 wakilnya yang masih bertahan dan masih sangat berpeluang besar untuk meraih medali emas. Namun, bagi Negara Indonesia dan korea, ini benar – benar pukulan yang sangat berat bagi perbulutangkisan kedua Negara di nomor ganda putrid. Terutama buat Indonesia. Ini merupakan hal yang sangat-sangat mencoreng nama besar Indonesia sebagai salah satu kiblat bulutangkis dunia. Namun, lepas dari suatu Negara tersebut mendapat gelar juara atau tidak, hal ini lebih kepada pertaruhan harga diri dan kehormatan bagi suatu Negara. Karena ini adalah pesta akbar di seluruh dunia, semua atlet ingin berpartisipasi dalam event ini. Namun, sepertinya mereka tega menyianyiakan kesempatan emas ini yang mungkin tak akan datang untuk kedua kalinya. Setelah insiden ini terjadi, salah satu dari 8 pemain ganda putri memutuskan untuk gantung raket ditengah prestasinya yang sedang memuncak. Dia adalah yu yang, pemain ganda putrid asal china yang menempati ranking 1 dunia. Keputusan tersebut diambil olehnya karena dia merasa malu dan kecewa. Malu karena dia dan pasangannya, wang xiaoli harus kalah dengan cara yang tak terhormat, yaitu dengan cara didiskualifikasi. Dan meresa kecewa kepada pelatih kepala mereka, li yongbo. Yu yang merasa diperlakukan seenaknya saja tanpa perlu memperdulikan situasinya. Yu yang pun mencurahkan isi hatinya pada salah satu jejaring social miliknya, dengan mengatakan kalau li yongbo benar-benar tega menghancurkan impian besar anak didiknya. Berbagai kata-kata dituliskan oleh yu yang dan wang xiaoli di jejaring social milik mereka tersebut. Kata-kata yang menunjukkan rasa kekecaewaan mereka yang teramat dalam kepada li yongbo. Selain keputusan pengunduran diri oleh yu yang, pasangannya wang xiaoli yang masih muda juga memutuskan untuk pindah kewarganegaraan. Namun, belum diketahui Negara mana yang akan dituju oleh wang xiaoli. Santer terdengar kalau dia akan pindah ke hong kong. Itu semua ditujukan untuk menunjukkan rasa kecewa pada li yong bo. Li yongbo sendiri memang terkenal sebagai pelatih yang keras dan disiplin kepada anak didiknya. Namun itu semua mengantarkan anak didikya menuju tangga kesuksesan. Buktinya, hampir ranking dunia teratas di semua nomor berhasil dikuasai oleh china, kecuali nomor ganda putra yang sekarang ini berhasil diduduki oleh ganda putra korea selatan, lee yong dae/jung jae sung, selebihnya pemain-pemain china berjaya. insiden kartu hitam benar-benar mencoret nama bulutangkis dunia. Namun, itu semua tak menggangu jalannya pertandingan di nomor lainnya. Pertandingan masih tetap berlangsung. Dan sekarang sudah menyelesaikan babak penyisihan grup di semua nomor dan dimulailah babak knock out di perempat final. Itu artinya seorang pemain tersebut tak boleh kalah sekalipun jika ingin tetap bertahan di olimpiade. karena jika kalah maka akan langsung tersingkir dari arena pertandingan. dalam babak perempat final - final, tekanan akan semakin kuat. selain dari lawan-lawannya yang akan semakin kuat, juga suasana olimpiade sendiri yang memberikan tekanan yang luar biasa bagi pemain-pemain yang akan bertanding. memasuki babak perempat final, indonesia menempatkan 5 wakilnya. diantaranya yaitu, simon santoso, taufik hidayat (MS), adriyanti firdasari (WS), bona/ahsan (MD), dan tontowi/liliyana (XD). Dari ke 5 wakil tersebut, mereka harus berjibaku menghadapi pemain-pemain unggulan, seperti simon santoso akan menghadapi unggulan pertama asal malaysia, lee chong wei. sedangkan taufik juga akan menghadapi musuh bebuyutannya yang juga unggulan ke 2 asal china, yaitu lin dan. di nomor ganda putra tak kalah berat. satu-satunya ganda putra indonesia bon/ahsan akan menghadapi pasangan kuat asal korea selatan, lee yong dae/jung jae sung. sedangkan adriyanti firdasari akan menghadapi wang xin. di nomor ganda campuran, indonesia sedikit beruntung. dimana pasangan tontowi/liliyana akan menghadapi pasangan asal rusia. dari semua wakil tersebut, diprediksi bahwa yang akan berhasil melaju ke babak selanjutnya hanyalah pasangan tontowi/liliyana. dan benar adanya. hasilnya adalah pasangan tontowi ahmad/liliyana natsir menjadi satu-satunya wakil indonseia d semifinal. sedangkan yang lain harus mengakui ketangguhan lawan-lawannya. dengan hasil tersebut semakin menyempitkan peluang indonesia untuk bisa mempertahankan tradisi emas. namun, harapan masih harus kita gantungkan setinggi mungkin. karena, indonesia masih punya wakil di semifinal meskipun hanya 1. dan di semifinal, harapan indonesia satu-satunya tontowi/liliyana akan berhadapan dengan unggulan ke 2 asal china, xu chen/ma jin. dari head to head ke dua pasangan, mereka saling mengalahkan. dan pertandingan hampir selalu berakhir dengan 3 set. di pertemuan terakhir mereka sebelum olimpiade, pasangan indonesia berhasil mengalahkan pasangan china tersebut dengan 3 set. namun, jika dilihat secara ranking dunia, pasangan china tersebut memang lebih unggul. namun, ranking dunia tak sepenuhnya berpengaruh pada hasil pertandingan. beda lagi jika membicarakan masalah mental. kedua pasangan ini, baik indonesia maupun china, mereka adalah sama-sama pemain yang baru dipasangkan, namun mereka sudah menjadi harapan negaranya untuk meraih medali emas. untuk pasangan china sendiri, mungkin beban mereka untuk mendapatkan medali emas bagi negaranya tak begitu barat, karena selain mereka, china masih punya satu pasang lagi yang menempati ranking 1 dunia, yaitu pasangan zhang nan/zhao yunlei (duoZ). sedangkan untuk pasangan indonesia tontowi ahmad/liliyana natsir (tolyn), bisa dibilang ini adalah target yang begitu berat untuk diwujudkan, melihat ada lawannya yang memiliki ranking yang lebih bagus. selain itu, pengalaman mereka sendiri masih 2 tahun, terutama buat tontowi ahmad. dia adalah pemain yang bisa dibilang masih baru di kancah internasional. dan pengalamannya juga masih bisa dibilang minim. selain itu, beban untuk meraih medali emas seolah-olah hanya digantungkan pada mereka. padahal indonesia di cabor bulutangkis mengirimkan 9 wakilnya. namun, jika dilihat dari prestasi dari ke 9 wakil yang dikirim, memang tolyn layak untuk dijadikan tumpuan indonesia dalam melanjutkan tradisi emas. dan pertandingan semifinal nomor ganda campuran akhirnya dimulai. pertandingan yang akan berlangsung di wembley arena, hampir di pastikan akan berlangsung seru. pertandingan yang mempertemukan antara 2 pemain papan atas dunia. tontowi ahmad/lilyana natsir dari indonesia akan menantang salah satu kandidat kuat jura olimpiade, xu chen/ma jin dari china. pertandingan di set pertama berjalan seru. seperti biasa kedua pasangan saling jual beli serangan. dan keberuntungan milik pasangan indonesia. tontowi/liliyana berhasil mengalahkan xu/ma untuk sementara waktu. namun, hasil kurang mengenakkan terjadi di set kedua. wakil indonesia satu-satunya ini harus menelan kekalahan. dan itu artinya kedua pasangan harus menjalani 1 set lagi. set penentuan yang boleh dibilang menguras segalanya. apalagi ini di partai semifinal turnamen besar sekelas olimpiade. di set ke 3 berjalan dengan menegangkan. menegangkan tak hanya untuk ke dua pasangan, tetapi juga untuk pendukung dari kedua negara. di awal-awal set ke 3. poin saling kejar-kejaran. namun di pertengahan set, pasangan china terlihat lebih tenang dan matang dalam bermain, sehingga mereka bisa mendominasi jalannya pertandingan. sebaliknya, pasangan indonesia malah tampil di bawah performen. mereka terlhat tertekan. banyak sekali kesalahan yang dilakukan, padahal ini sudah set terakhir. dan benar. apa yang dibayangkan sejak awal set 3 benar-benar terjadi. wakil indonesia satu-satunya yang masih tersisa dan yang menjadi tumpuan indonesia dalam meraih medali emas, harus terhenti langkahnya di semifinal ditangan pasangan china unggulan 2, xu chen/ma jin dalam pertarungan 3 set. memang terlihat sekali, tontowi/liliyana di set terakhir tak bisa keluar dari tekanan pasangan china, terutama tontowi ahmad. dia benar-benar tertekan tampil di partai semifinal olimpiade. dari awal sebelum olimpiade di mulai, masalah mental menjadi hal besar yang harus di benahi oleh tontowi ahmad. dia sering sekali, dalam beberapa kali pertandingan menunjukkan mental yang buruk. memang, dia adalah sosok pemain baru di pentas internasional. semenjak di pasangkan dengan liliyana natsir, nama tontowi ahmad mulai mencuat seiring dengan prestasi yang mereka dapatkan. bahkan sejak babak perempat final dimulai, dia mengaku sudah sangat gugup menghadapi lawan. namun untung saja lawan yang dihadapi tak terlalu berat. dengan gagalnya tontowi ahmad/liliyana natsir untuk melaju ke final, itu berarti memutuskan tradisi emas indonesia yang sudah dimulai sejak olimpiade barcelona 1992 atau sekitar 20 tahun yang lalu. dan di tahun 2012 atau 20 tahun kemudian, tradisi emas indonesia harus terputus di tangan china. namun, harapan untuk menyumbangkan medali bagi kontingen indonesia dari cabang bulutangkis masih terbuka. siapa lagi kalau bukan tontowi/liliyana yang lagi-lagi menjadi tumpuan cabang bulutangkis untuk meraih medali, biarpun bukan lagi medali emas. di perebutan medali perunggu ada tontowi/liliyana (indonesia) yang akan menghadapi pasangan joachim/christina pedersen (denmark). jika dilihat secara ranking dari kedua pasangan, pasangan indonesia unggul 1 tingkat diatas pasangan denmark ini. namun, situasi dan kondisinya sekarang berbeda. kedua pasangan ini sama-sama telah mengalami kekalahan di partai sebelumnya. hal tersebut pasti mempengaruhi permainan di pertandingan kali ini. siapa yang lebih kuat mental, maka merekalah yang akan memenangkan pertandingan ini. pertandingan dimulai sekitar pukul 17.30 waktu indonesia. seluuh rakyat indonesia menantikan hasil manis yang akan diperoleh oleh pasangan juara all england ini. karena satu medali pun, belum disumbangkan oleh tim bulutangkis indonesia untuk kontingen indonesia. padahal biasanya cabor bulutangkislah yang paling aktif dalam menyumbangkan medali. pertandingan pun akhirnya dimulai. namun... namun... dan namun.... hasil tak mengenakkan harus diterima oleh indonesia. pasangan yang digadang-gadang bakalan melanjutkan tradisi emas indonesia harus kemabli menelan kekalahan dari pasangan denmark dengan straight set, dan itu artinya mereka tak mendapat medali apapun dan cabor bulutangkis tak menyumbangkan 1 medali pun untuk kontingen indonesia. disepanjang pertandingan sangat sangat terlihat bahwa kekalahan di pertandingan sebelumnya, yakni di semifinal kemarin benar-benar menjatuhkan mental bertanding dari pasangan indonesia. tak ada komunikasi dan tak ada feel yang terjadi pada pasangan indonesia dalam pertandingan tersebut. penampilan mereka tak seperti biasanya, yang hampir di seluruh pertandingan selalu ada "omelan" liliyana pada tontowi. namun, di penampilan dalam perebutan medali perunggu kemarin mereka benar-benar tak menunjukkan komunikasi harmonis mereka. alhasil, hal tersebut menimbulkan keanehan bagi para penonton. dan memang dipertandingan tersebut pasangan indonesia benar-benar melakukan banyak kesalahan. dan mereka seolah tak bisa keluar dari tekanan pasangan denmark. dalam keadaan tersebut, liliyana yang biasanya disaat mereka melakukan banyak kesalahan, dia pasti dengan segera menasehati tontowi dan memberikan arahan apa yang harus dilakukan. namun, tidak dengan saat itu. liliyana hanya bisa melihat tontowi dengan tatapan yang sama sedihnya. seusai pertandingan, liliyana "butet" natsir meneteskan air matanya. dalam wawancara dengan salah satu media di inggris, mata liliyana terlihat sembap. buat saya (penulis), mungkin ini adalah kali pertama melihat sosok butet meneteskan air matanya. karena selama ini butet adalah sosok yang tegar. sedangkan yang disebelahnya, tontowi juga terlihat lesu. mungkin kalau dia cewek, dia pasti sudah menangis. tapi, dia adalah laki-laki. dia harus kelihatan tegar dan juga harus menguatkan partnernya. memang olimpiade kali ini begitu menyakitkan. khususnya bagi dunia perbulutangkisan indonesia. cabang bulutangkis yang biasanya tak pernah absent menyumbangkan medali (emas, perak, perunggu), kali ini harus pulang tanpa membawa apapun medali. Tragis memang... namun apapun itu, kita harus tetap bangga dan tetap mendukung perjuangan mereka. Karena kalau bukan dari perjuangan mereka (di cabang bulutangkis) nama Indonesia mungkin tak di kenal oleh mesyarakat dunia… jadi tetaplah dukung perjuangan mereka tanpa kenal lelah dan mereka pun juga akan berjuang tanpa kenal lelah pula… sekian….:)


0 komentar:
Posting Komentar